ARTUR & VIONA
ANITA TRIANA
BAHTIAR
CeritaRemaja.LoveStory.blogspot.com
|
|
Seorang
anak gadis yang manis sedang duduk diTaman, anak itu selalu duduk disana setiap
sore. Tak lama kemudian sosok yang sudah ia kenal perlahan-lahan mendekat, “Tur
?” Tanya Viona
“udahlah,
orang tua lo kan udah lama meninggal, ikhlasin aja Vi..!” kata Artur.
“emang
lo pernah rasain? Gak kan!” tegas Viona.Gadis itu perlahan-lahan meninggalkan
sosok Artur. Artur sekarang bertanya-tanya dalam hati “apa gue salah ngomong?” Tanya Artur dalam hati.
Malam itu pertemuan keluarga antara keluarga Artur dan
keluarga Viona. Karena keluarga mereka sudah seperti keluarga sendiri, maka Kakek
Viona memutuskan bahwa Viona harus ikut dengan keluarga Artur ke Bandung untuk
melanjutkan kuliahnya, walau pun keluarga mereka sudah lama saling mengenal,
tapi Viona menolak, “kakek mau kita pisah ya..??” Tanya Viona sambil menahan
air matanya “udahlah dengan lo pindah kerumah gue diBandung bukan berarti lo
itu terpisah dengan kakek lo!” kata Artur. ”benar itu nak, ikutlah dengan kami
“ bujuk tante Lina. Tante Lina itu mamanya Artur dan tante Lina udah Viona
anggap sebagai mama sendiri. “ya udah deh, kalau udah tante Lina yang maksa,
Viona bisa apa?” pasrah Viona. Mereka lalu melanjutkan perbincangan mereka dengan tawa yang keras
karena Viona bisa berhasil dibujuk.
Seperti biasa, sore itu Viona duduk sendiri ditaman. “hai..”
suara itu sangat Viona kenal, itu adalah suara kiki, “katanya lo mau pindah
ya.. kerumah Artur? Yah sayang banget ya…” kata kiki dengan nada kecewa, “sayang
kenapa?” Tanya Viona. “ya iyalah gak ada lagi donk yang duduk di taman ini
kalau lo gak ada…” jawab Kiki dilanjutkan dengan tawa khas yang dia miliki. Yah
itulah kelebihan Kiki dari cowok yang ada di Bogor. “ gue akan selalu ngirim
surat buat lo, tapi awas kalau gak dibalas, dan satu lagi, jangan pernah lo
lupa sama gue yah…” kata Viona dengan nada tegas. “siap bos… hehehe” balas
Kiki.
***
“udah siap?” Tanya
Artur sebelum menyalakan Toyota yaris
miliknya. “Mmm…” jawab Viona dengan nada judes. Perlahan-lahan Artur lalu
menjalankan mobilnya, orang tua Artur tidak bisa pulang sekarang karena masih
ada bisnis di Bogor jadi mereka Cuma berangkat berdua. Sepanjang perjalanan
Viona hanya duduk melamun “kenapa sih lo? Inget lagi sama papa-mama?” Tanya
Artur. “semenjak orang tua lo meninggal, lo murung terus, asal lo tau aja yah,
lo itu jelek tau kalau murung..hehehe” canda Artur dapat memecah kesunyian yang
ada di mobil. Viona dapat tersenyum saat mendengar canda Artur.
“nah… udah sampai kan.. ini rum..” tidak sempat melanjutkan
kata-katanya Viona langsung memotong pembicaraan Artur “Rumah lo kan …” mereka
lalu melanjutkan dengan masuk kedalam rumah. Viona tercengang melihat rumah
yang akan ditempatinya itu, “waw.. keren “ kata itu tidak sengaja Viona
lontarkan karena kekagumannya terhadap rumah Artur. Teras terlihat nyaman dengan
dikelilingi air terjun kecil yang berasal dari goa buatan, dapur yang terasa
tradisional dengan ornament bambu, dan satu lagi ruang tamu yang penuh dengan kramik elegan, dan
foto-foto yang tertempel didinding. Viona merasa dia akan betah di rumah ini
karena ia selalu bermimpi akan tinggal dengan suaminya nanti di rumah seperti
ini.
teras rumah Artur adalah tempat yang nyaman untuk sejenak
melepas pikiran, tapi semua musnah saat Artur datang untuk mengganggu Viona. “manyun
mulu Vi?” goda Artur, “ie manyun karena lo datang!” judes Viona, “yee… bilang
aja kalau lo inget pacar di Bogor…” goda Artur lagi, Artur lalu menggelitik
punggung Viona, “udah-udah… ie gue ngaku, gue lagi kangen sama Kiki, Kiki itu
sahabat gue.. tapi kenapa ya dia gak ngirim surat buat gue, katanya sih dia mau
ngirim surat buat gue??” Tanya Viona, “nah… Kiki pasti lagi selingkuh nih… gue
yakin..!” tegas Artur sambil menaruh kedua tangannya dipinggul menandakan kekhawatiran.
“enak aja lo… dia itu baik gak kaya lo lagi pula dia bukan pacar gue kok
ngapain mikirin dia..!” pikir Viona. “tapi ngomong-ngomong, lo punya pacar
gak?”Tanya Viona, “Mmm…. Biasanya nih,
kalau cewek nanya kaya gitu itu berarti…?” Artur memotong pembicaraannya dan
menatap Viona dengan tatapan tajam, “kenapa lo natap gue kayak gitu sih..?”
Viona jadi salah tingkah, “jangan-jangan lo diam-diam suka ya sama gue,,, udah
bilang aja gak pa-pa lagi, gue udah biasa” Artur langsung memundurkan wajahnya dari
Viona yang semula sangat dekat. Tapi Viona tetap saja masih salah tingkah
karena baru kali ini dia sedekat ini dengan laki-laki. “udahlah gue Cuma bercanda kok, tapi coba liat muka jelek lo
itu… hehehe” tawa Artur langsung memerahkan wajah Viona. “resse lo!” saking
malunya pada Artur, Viona tidak melihat kursi yang ada di depannya, alhasil dia
menabraknya, dan membuat tawa Artur se makin menjadi-jadi…
Setibanya dikamar, suara Artur masih terdengar walaupun
sudah di marahi tante Lina tetap saja dia menertawakan Viona. Tapi di dalam
kamar Viona malah senyam-senyum mengingat hal memalukan itu. Dia sampai terbawa mimpi.
***
Gak terasa selama tiga bulan ini Viona tinggal dengan
keluarga Artur, mereka juga sudah akur, berteman, dan akrab, mereka sudah
seperti keluarga bahagia. Dan dikampus mereka dijuluki pasangan satu abad karena mereka tidak bisa dipisahkan.Ternyata
tante Lina dan om Rehan sudah merencanakan sesuatu yaitu menjodohkan mereka
berdua.
Malam itu rumah terasa sunyi, tante dan om juga diam, “pasti
kalian berdua bertanya-tanya kenapa kalian tante kumpulkan di ruangan ini..” jelas
tante Lina. “emangnya ada apa ma?” Tanya Artur. “gini.. intinya mama,papa, dan
kakek Viona sudah setuju kalau kalian itu mau dijodohkan.. gimana..?” Tanya
tante Lina menggunakan nada was-was. “maaf ya tante saya harus kekamar dulu..”
Viona langsung kekamar tanpa expresi apapun. Tante dan om jadi merasa bersalah
dengan kejadian malam itu karena sejak saat itu Viona jadi jarang
berbincang-bincang lagi dengan mereka.
Sebenarnya sejak kejadian itu Viona terus berfikir tentang
tawaran tante Lina dengan berjodoh dengan Artur, tapi Viona terus memikirkan
gadis-gadis yang selalu menindasnya dikampus karena dekat dengan Artur, apa
lagi kalau mengingat wajah Riri, yang selalu tergila-gila dengan
Artur.
“Vi.. tunggu Vi..Vi..Vi..!” Artur terus memanggil Viona tapi
tetap saja Viona tidak menanggapi Artur. “ini semua gara-gara mama, mama milih
keputusan yang salah…!” kata Artur dengan nada keras terhadap mamanya. “mama
juga ngelakuin ini demi kamu sayang!” nada bicara tante Lina menjadi nada seperti orang sedang menahan tangisan. “demi
apa ma.. demi kebahagiaan mama aja, mama liat sekarang, Viona jadi ngejauhin
Artur.!” Nada bicara Artur makin keras pada mamanya “Artur..? kamu bentak mama
sayang?” tante Lina sekarang tidak mampu menahan air matanya lagi… mereka lalu
terdiam satu sama lain, sedangkan tante Lina masih menangis akibat Artur yang
berlaku tidak biasanya. “maaf ya ma,” nada suara artur sekarang nada bersalah.
“mama ngerti kamu cinta sama Viona. makanya mama menjodohkan kalian supaya
kalian bisa bersama..” jelas tante Lina.
Tante Lina lalu langsung memeluk anaknya dengan pelukan khas ibu.
***
Sudah seminggu Artur dan Viona
tidak bersama dirumah, ataupun dikampus mereka seperti orang yang tidak saling
mengenal. Tapi Artur tidak menyerah dia terus saja mendekati Viona.
Sore ini Artur sudah ada janji dengan Riri, mereka akan
jalan di mall . Artur lalu bergegas
berangkat kerumah Riri, tapi sebelum pergi Artur melihat Viona sedang duduk
diteras rumahnya. “Vi..?” kata Artur dengan nada suara senang. “lo mau
kemana..?” Tanya Viona “gue mau kerumah Riri” jawab Artur dengan nada tidak
jelas “ya udah…” jawab Viona dengan judes, Artur lalu senyum-senyum melihat
Viona. “pergi lo!!” suruh Viona. “ yakin nih..
gak mau ikut, ntar aku diambil Riri loh..” goda Artur. “bodoo amat..”
viona sama sekali gak peduli dengan kata-kata Artur.
Menjelang malam, Artur belum juga pulang. Orang tua Artur
juga sibuk dengan urusan masing-masing. “Artur lagi ngapain ya dengan Riri?”
Tanya Viona dalam hati, “pasti mereka lagi mesra-mesraan di café..”Tanya Viona
lagi dalam hati, malam itu Viona gelisah
karena menunggu Artur tak kunjung datang.
Pagi itu semua makan dengan tertib, tante Lina nyuruh Viona berangkat
kuliah dengan Artur, selesai makan mereka pergi dengan Toyota yaris Artur. Dalam mobil tak ada satu kata pun yang keluar
dari mulut mereka, “Mmm…” kata mereka berdua “lo duluan gih..” seru Viona.
“Mmm… lo semalam sendiri? Setau gue mama-papa lagi sibuk.” Tanya Artur. “iya..
emangnya kenapa,,,?” Viona bertanya dengan wajah cemberut. “Ooo… kalau gue
semalam pergi ke café trus nemenin Riri belanja baju..” jelas Artur. “gue kan
gak nanya ngapai lo jelasin..” Viona memamerkan wajah judesnya lagi.
“iya..iya.. gue salah lagi.. tapi jangan marah lagi dong sama gue.. itu sama
aja dengan lo iris tangan gue dengan pisau tajam.. ngerti kan manis….” Kata
Artur. “apa manis gue gak salah
denger kan, dia bilang gue manis,” kata Viona dalam hati tapi sepertinya Artur
dapat merasa kesenangan yang Viona rasakan saat ini.
Dikampus Artur dan Riri menjadi topik pembicaraan mahasiswa
karena kabarnya Artur semalam bilang sama Riri kalau sudah ada cewek yang dia suka, mendengar semua itu Viona merasa terbang kelangit ketujuh, “kok
gue seneng ya denger semua ini, apa mungkin gue suka sama Artur?” Viona bertanya-tanya dalam hatinya,
apakah benar dia menyukai Artur…?
Diperjalanan pulang dari kampus, Viona bertemu Artur dijalan
“Tur” panggil Viona, Artur mendengan suara manis memanggilnya, lalu Artur
berbalik dengan sangat gagah, sebenarnya Viona baru sadar kalau Artur adalah
cowok yang ganteng, pantas saja Riri cinta mati sama Artur. “ada apa Viona yang
manis?” goda Artur. Jantung Viona seperti berdetak kencang…kencang…. Dan sangat
kencang “kenapa dia terus memanggilku manis???”
tanda tanya besar muncul dilubuk hatinya yang terdalam…. “Vi…Vi.. lo gak
pa-pa kan?” Tanya Artur melihat Viona
tercengang membisu “Aa…Eee ..Mmm… anu…” tiba-tiba saja Viona jadi terbata-bata.
Melihat itu Artur jadi tertawa “udah deh pulang yuk… lo kayaknya kesambet deh
Vi.. hahahaaa…” tawa Artur semakin keras lagi… “aduh gue malu-maluin diri gue
lagi..” dengan rasa bercampur aduk, mereka pulang bersama.
***
Malam itu sangat indah mama-papa dan Viona sedang bercanda
diruang keluarga sambil menunggu Artur pulang dari membeli makanan untuk mereka
karena kebetulan pembantu saat itu minta cuti. Heandphone tante Lina berdering
Baby,baby,baby
noo I’am like
Baby.baby.baby
noo I’am like
Baby.baby.baby
noo I thought you always be mine
Lagu justin bieber itu memang sangat disukai tante Lina.
Lalu tante Lina mengangkat telponnya. Tiba-tiba saja wajah tante Lina berubah
menjadi pucat fasih yang semula ceria menjadi terdiam, “ada apa ma?” tanya om
Rehan. “Artur pa..Artur..” air mata tante Lina sudah tak terbendung lagi “Artur
lagi dirumah sakit pa… dia kecelakaan” jelas tante Lina sambil air mata tidak
berhenti keluar dari mata indahnya itu. Mereka sekeluarga bergegas kerumah
sakit pelita karena kejadian itu
berada didekat rumah sakit tersebut.
“Artur…” tante berusaha menyadarkan Artur setelah oprasi
dikepalanya berhasil. Perlahan-lahan Artur mulai menggerakkan tangan dan
matanya. Viona sangat senang melihat itu. “Artur lo udah sadar?” tanya Viona
dengan nada lembut. “Vi…kok lo manis banget sih… hihiiii?” goda Artur. “lo tuh
ya udah sekarat masih bisa aja lo godain gue.. dassar!” mereka sudah memecah
ketegangan diruangan itu.
setiap hari Viona datang kerumah sakit untuk membawakan
Artur makanan. Siang itu hanya ada mereka berdua di ruangan itu. Artur memegang
tangan Viona yang lembut. Wajah Viona menjadi sedikit memerah. “apa yang lo…”
kata-kata Viona tertahan saat Artur menutup mulut Viona dengan telunjuknya
“Sssstt…” itu pertanda kalau Artur ingin bicara. “kita udah lama kenal, jalan
bareng, nah sekarang gue mau bilang sesuatu… gue gak ada hubungan dengan Riri
atau pun dengan siapa saja..” jelas Artur. “gue tau kok” Viona menjawab itu dengan spontan. “dan gue
mau akuin kalau gue sayang,cinta,dan membutuhkan lo sebagai cewek gue… lo
maukan ngelakuin itu semua….?” Artur memohon dengan penuh rasa kekhawatiran di
hatinya… “kalau gue gak mau gimana?” balas Viona “Viona manis…. Gue bakal
ngejagain lo sampai mati… please.. terima gue” Artur sudah tidak sabar
mendengar ucapan Viona sampai tidak sadar kalau wajahnya dengan wajah Viona
sudah sangat dekat. Tidak sempat Viona menjawab, orang tua Artur tiba-tiba saja
masuk kedalam ruangan itu. “mama-papa, ngapain sih kesini ganggu aja nih..”
nada suara Artur sangat kecewa. “tante-om
Viona pulang dulu ya…” sebelum Viona pulang Viona membisik ke telinga
Artur “permohonan diterima” kata Viona sambil tersenyum… Cuma mereka saja yang
mendengar… Artur langsung berteriak “gue keterima…gue keterima…” mama-papa
Artur merasa heran pada Anak semata wayangnya itu… sedangkan Viona buru-buru
pulang kerumah… “ma-pa cepat kita pulang aku gak sabar nih makan di rumah!”
cerocos Artur sebenarnya itu Cuma alasan ingin bertemu Viona. .
***
“Kok udah pulang?”
tanya Viona dengan heran. “emangnya lo gak mau gue pulang” jawab Artur dengan
nada sinis. Viona terlihat senyum-senyum sampai tidak bisa menahan rasa
bahagianya karena Artur pulang lebih cepat dari yang ia kira… dia sampai
memeluk Artur saking bahagianya. Orang tua Artur merasa heran dengan kelakuan
mereka sekarang. “duh…duh… meluknya kencang banget sih, yah…. Gue tau sih kalau
lo gak mau kehilangan gue. Tapi gak gini juga kali…” goda Artur. “ye..” Viona
tetap saja mengelak, walau pun wajahnya sudah memerah karena digoda Artur.
Siang itu, Viona dan Artur sedang makan di Café Cinta.
Katanya siapapun yang datang ke café itu hubungannya akan bertahan lama, maka
dari itu Artur sering mengajak Viona makan ditempat romantis itu. Tapi selalu
ada yang mengganggu pikiran Artur saat di café itu, tentang cowok-cowok yang
selalu mendekati Viona, disana memang sangat banyak cowok yang hanya sekedar
nogkrong ditempat itu. “Vi.. mau makan apa?” tanya Artur sebagai pacar Viona.
“Mmm…samain aja dengan pesanan kamu.” Jawab Viona sebagai pacar Artur. “oke..”
tak lama kemudian pelayan datang membawa pesanan mereka. Lalu pelayan memuji mereka “kalian tampak
serasi” puji pelayan merekapun saling bertatapan, Viona tersenyum saat
mendengar ucapan pelayan itu.
Pagi yang cerah untuk berolahraga, Artur dan Viona sedang
lari pagi di taman dekat rumah Artur. Sepulangnya dari olahraga bersama Artur,
Viona dikejutkan dengan surat yang ada dikotak surat “ya ampun….” Viona langsng berteriak kaget saat melihat
surat itu… “ada apa sih.. kaget tau” suara yang dikeluarkan Viona barusan
sangat mengagetkan Artur.
Gue akan datang, tunggu gue ya..
Kiki.
Saking senangnya, Viona sampai lupa dengan Artur. Viona
langsung kekamar untuk berdandan untuk bertemu Kiki, “mau kemana Vi..?” tanya
Artur, “ketemu Kiki” jawab Viona, di langsung berangkat menggunakan taxi dan
meninggalkan Artur. “jadi Kiki, yang buat Viona cuek sama gue..?” tanya Artur
dalam hati.
***
Malam itu Viona pulang agak larut. “lama banget sih
pulangnya” tanya Artur dengan nada menyinggung. “Ooh.. Tur.. besok aja ya
ceritanya, ngantuk nih..” kata Viona dengan cuek, Viona berjalan menuju
kamarnya dengan menyanyikan lagu ungu,
saat bahagia.
pagi itu ,Mereka makan dengan tenang, sedangkan Viona
kelihatan bersemangat sekali. “kamu seneng banget Vi? Ada apa?” tanya tante
Lina. “aku seneng tante karena sahabat aku datang ke sini, trus aku dari
jalan-jalan kemarin, gak sabar pengen jalan-jalan lagi sama dia.” Jawab Viona
dengan gembira. Sedangkan Artur, mendengar Viona berkata seperti itu, Artur langsung meninggalkan makanannya
dan langsung berangkat kuliah tanpa menunggu Viona terlebih dahulu. Semua yang
ada dimeja makan terdiam, kecuali Viona, Viona seolah-olah tidak perduli lagi
dengan Artur. “Artur kenapa ya pa..? sikapnya aneh…” tanya tante Lina kepada om
Rehan. Om Rehan menggeleng menandakan tidak tahu.
“Artur kemana sih..?” Viona sibuk mencari-cari sosok
kekasihnya itu. “nah tu dia orangnya…” Viona melihat sosok kekasihnya sedang
duduk dibangku dekat ruang computer. “Tur..” suara Viona tadi mengagetkan
Artur. “kenapa lo ninggalin gue tadi?” tanya Viona dengan nada lembut. “sorry”
Artur menjawabnya dengan dingin dan langsung meninggalkan bangku yang semula ia
duduki. “kenapa sih dia?” tanya Viona dalam hati tentang sikap Artur yang
dingin padanya.
“kenapa sih kalian
jadi diam gini?” tante Lina sedang bertanya kepada Artur dan Viona. Artur
langsung beranjak dari tempat duduknya, dan meninggalkan Viona dan mamanya.
“ada masalah apa kamu sama Artur Vi?” tanya tante Lina dengan lembut sambil
mengelus-elus rambut Viona yang terurai
rapi. “aku juga gak ngerti tante, kenapa dia bersikap kaya gitu..?” jawab Viona
dengan mengkerutkan dahinya. “coba deh kamu ajak jalan..” saran tante Lina.
“oke deh Tan, besok aku akan ajak jalan…” kata Viona sambil melanjutkan
jalannya menuju kamar.
Viona tercengang melihat Artur duduk di tangga paling atas.
“tinggal dimana cowok lama lo itu.?” Tanya Artur dengan sinis. Viona langsung
duduk disamping Artur, tapi Artur malah berdiri. “apa sih maksud lo? Gue gak
ngerti?” tanya Viona. “apa lo pura-pura gak ngerti, gue bilang tinggal dimana
cowok lama lo yang dari Bogor itu?” tanya Artur dengan nada keras. Viona
mengerti sekarang bahwa yang Artur maksud adalah Kiki. “udah gue bilang kan,
Kiki itu bukan pacar gue, dia itu sahabat gue di Bogor!” jawab Viona, “lo
tinggal jawab aja, dimana dia tinggal?” tanya Artur lagi dengan suara tegas.
“hotel Bounjour” Viona langsung berlari sambil melap air matanya yang jatuh
dipipi cantiknya itu. Sedangkan Artur mengepalkan tangannya dengan erat.
***
sepulang mereka
dari kampus Artur tidak pulang kerumah, Viona sibuk menelpon Artur, tapi Artur
tidak mengangkat telpon dari Viona. Viona hanya bisa menuggu Artur pulang,
Viona tidak henti-hentinya menelpon teman-teman Artur tapi tetap tidak ada yang
tahu dimana Artur pergi. Sudah hampir malam Artur tak juga pulang kerumah. Tapi
tiba-tiba saja ia melihat mobil Artur memasuki halaman rumah. Tanpa tanggung
–tanggung, Viona langsung menghampiri kekasihnya, dia kaget karena melihat
wajah Artur agak sedikit memar dibagian dagu, dan sedikit berdarah dibagian
pelipisnya. “lo dari mana aja sih? Dan kenapa lo..” tak sempat Viona
melanjutkan tanyanya, Artur langsung menjawab “gue gak pa-pa” Artur langsung
meninggalkan Viona begitu saja.
“kenapa Kiki tiba-tiba ingin bertemu ya?” tanya Viona dalam
hati. Di café Manis mereka sudah duduk berdua, Kiki menceritakan kedatangan
Artur kemarin dirumanya, perkelahian, dan salah paham, “kayaknya, cowok lo sayang
banget deh sama lo… sampai-sampai cemburunya gak ketulungan.” Jelas Kiki, pada
sahabatnya itu. Viona jadi mengerti kenapa Artur menjauhi Viona, bentak Viona,
gak mau ngomong sama Viona, itu semua karena ia cemburu sama Kiki. “thank’s
ya…” Viona langsung bergegas meninggalkan Kiki. Dan langsung menemui Artur.
“kejar cinta lo Vi!!” walaupun sudah jauh,
suara Kiki tetap saja masih terdengar.
Dirumah, Viona langsung mencari Artur di seluruh pelosok
rumah ternyata Artur sedang berbaring dikamarnya. “Artur..” panggil Viona.
“Vi..?” jawab Artur dengan nada yang super lembut. Artur langsung bangun dari
tempat tidurnya, tidak terduga Viona langsung memeluknya dengan erat “kenapa lo
gak pernah bilang kalau lo cemburu?” kata Viona barusan membuat Artur semakin
kaget. “gue ngerti.. perasaan lo, gue janji gue gak bakal ngulangin semua ini!!” suara Viona semakin melemah. “gue mau kita
jadi kaya dulu lagi, please…”
Viona sangat berharap bahwa Artur mau memaafkannya lagi. Artur membalas pelukan
Viona dan membisik ke telinga Viona “permintaan diterima..” Viona kaget
mendengar ucapan Artur. pipi Viona menjadi tambah memerah. “udah dong
pelukannya, gak malu sama mama-papa apa?” suara tante Lina mangagetkan Viona,
ternyata tante dan om sudah berada sejak tadi, dan mereka sudah melihat
semuanya. Dan Artur yang sudah melihat mama-papanya berdiri sejak tadipun tidak
memberi tahu Viona, alhasil, wajah Viona seperti tomat yang sangat masak.
Mereka semua tertawa dengan expresi wajah Viona.
***
siang ini, Viona dan Artur
wisuda, mereka sangat senang, kecuali Artur, dia malah murung seperti
memikirkan sesuatu yang mengganjal dihatinya, “kamu kenapa sayang?” tanya tante
Lina kepada Artur. “gak kok ma..” jawab Artur, merekapun berfoto bersama teman,
keluarga dan lain-lain. Artur sejak tadi memperhatikan Viona yang terlihat
sangat senang, Viona langsung datang menghampiri kekasihnya itu, “kamu gak
senang kita lulus?” tanya Viona dengan nada lembut. Artur langsung menggenggam
tangan Viona yang lembut, jantung Viona berdetak kencang. “itu berarti kamu
akan ke Bogor?” tanya Artur sambil menundukan kepalanya. “aku keBogor bukan
berarti kita putus hubungan kan?” jelas Viona. “tapi Vi…” belum sempat Artur
melanjutkan kata-katanya, Viona langsung menutup mulut Artur dengan telunjuknya
yang imut, “inget.. aku akan tetap sayang sama kamu, walau sampai kapanpun.”
Jelas Viona dengan sedikit senyuman khas yang ia miliki. “tapi lo harus ingat,
lo gak boleh lirik cowok Bogor kek, Bandung kek, apalagi si Kiki tuh,,!”
cerocos Artur. Viona mengangguk saat mendengar omelan Artur.
Mereka lalu melanjutkan foto berdua, jalan-jalan ke mall, makan di café Cinta. Dan
pamit-pamitan kepada keluarga Artur karena Viona akan pulang hari ini. “tunggu
gue, gue bakal ngelamar lo di Bogor…” teriakan Artur dapat terdengar walau
sudah jauh. Viona hanya dapat mengangguk
sebagai tanda. Orang tua Arturpun tersenyum melihat tingkah kedua anak tersebut…
*TAMAT*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar